Komunitas Ternak Properti #1 Di Indonesia Sejak 2012

Pemerintah Gandeng UI untuk Kaji Rumah Subsidi di Tengah Kota

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus menunjukkan keseriusan dalam memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Salah satu langkah terbarunya adalah menggandeng Universitas Indonesia (UI) untuk mengkaji pengembangan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan perkotaan.


Kerja sama ini secara resmi ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Menteri PKP, Maruarar Sirait (Ara), dan Rektor UI, Heri Hermansyah, di Jakarta pada Selasa (28/10/2025).
 

Langkah ini dianggap strategis karena melibatkan perguruan tinggi sebagai pihak independen yang bisa memberikan masukan objektif berbasis data lapangan.


Fokus Kajian: Kebijakan yang Lebih Tepat dan Realistis

Menurut Ara, UI akan membantu pemerintah melakukan evaluasi dan penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis riset lapangan.

 “Pemerintah butuh masukan tajam dari kampus seperti UI, termasuk survei langsung agar kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan kondisi nyata di masyarakat,” ujarnya.

Kerja sama ini juga membuka peluang untuk pertemuan daring rutin antara tim teknis kementerian dan akademisi UI. Tujuannya agar kajian terus berkembang sesuai dinamika di lapangan.


80% Anggaran untuk Program Bedah Rumah

Maruarar Sirait menjelaskan bahwa pada tahun depan, 80 persen anggaran Kementerian PKP akan dialokasikan untuk Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang lebih dikenal sebagai program bedah rumah.


Langkah ini diambil agar rumah-rumah masyarakat yang belum layak huni bisa diperbaiki dan memberikan kualitas hidup yang lebih baik. “Mulai Februari 2026, program ini harus sudah berjalan optimal,” tegas Ara.


Selain itu, pemerintah juga menargetkan pembangunan 350.000 rumah subsidi baru setiap tahun. Target ini merupakan bagian dari program nasional penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.


Menuju Rumah Subsidi di Tengah Kota

Salah satu isu besar dalam pembangunan perumahan subsidi adalah lokasi. Selama ini, rumah subsidi banyak dibangun di pinggiran kota karena harga lahan lebih murah. Namun, hal ini menimbulkan tantangan baru seperti jarak yang jauh ke tempat kerja, keterbatasan transportasi, hingga biaya hidup yang membengkak.


Menjawab hal itu, pemerintah mulai menyiapkan skema rumah subsidi vertikal di kawasan perkotaan. Menurut Ara, proyek percontohan akan segera dijalankan di Makassar, Surabaya, Jakarta, dan Medan.



“Banyak warga ingin rumah subsidi di tengah kota. Karena itu, kami menyiapkan pilot project rumah subsidi vertikal dan mohon bantuan UI agar aspek teknis dan kebijakannya semakin matang,” jelasnya.


Peran Strategis UI dalam Kajian

Rektor UI, Heri Hermansyah, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan pemerintah.
Selama tiga bulan terakhir, UI telah membahas ruang lingkup kerja sama ini secara intensif.
Melalui Lembaga Teknologi dan Lembaga Pendidikan Ekonomi Masyarakat (LPM), UI akan menindaklanjuti kerja sama ini dalam bentuk riset, survei, dan pengembangan kebijakan yang aplikatif.

“UI akan menjaga kepercayaan ini dan memastikan hasil kajian kami memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Heri.


Harapan: Rumah Subsidi yang Inklusif dan Berkelanjutan

Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi ini diharapkan mampu menghasilkan model kebijakan perumahan subsidi yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.
Selain menjawab kebutuhan tempat tinggal masyarakat perkotaan, kebijakan ini juga diharapkan memperkuat tata ruang kota yang lebih efisien dan minim konflik.

Jika proyek ini berhasil, bukan tidak mungkin konsep rumah subsidi vertikal di tengah kota akan menjadi wajah baru kebijakan perumahan nasional—memberikan harapan bagi jutaan keluarga untuk memiliki rumah layak dengan harga terjangkau, tanpa harus jauh dari pusat aktivitas.


Jika kamu ingin mempelajari bagaimana cara memulai investasi properti dari nol, membangun portofolio tanpa risiko berlebihan, hingga menghitung potensi keuntungan dari setiap properti yang kamu miliki, kamu dapat mempelajarinya secara sistematis melalui Seminar Ternak Properti. Seminar ini dirancang untuk pemula yang ingin memahami strategi investasi properti dengan pendekatan praktis, lengkap dengan studi kasus dan panduan langkah demi langkah.


Klik disini  untuk dapatkan promo special Buku sekarang dan mulai rencanakan investasi cerdasmu hari ini!