Komunitas Ternak Properti #1 Di Indonesia Sejak 2012
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus memperluas layanan peralihan hak atas tanah secara elektronik atau digital. Layanan ini dikenal juga sebagai balik nama sertifikat tanah berbasis sistem digital.
Transformasi ini bertujuan mempercepat pelayanan, meningkatkan keamanan data, dan membangun transparansi dalam urusan pertanahan. Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi Pertanahan dan Tata Ruang (Kapusdatin) ATR/BPN, I Ketut Gede Ary Sucaya, sistem digital memangkas waktu layanan hingga lebih dari 30% dibanding metode konvensional.
“Semua proses tercatat end-to-end di sistem informasi pertanahan. Ini menjamin akuntabilitas dan mengurangi celah penyimpangan,” jelasnya. Meski begitu, keberhasilan layanan ini tetap bergantung pada kesiapan data dan infrastruktur masing-masing kantor pertanahan. “Kami siapkan agar pengguna layanan bisa mengakses sistem dengan lancar,” tambahnya.
Hingga awal Agustus 2025, tercatat 161 kantor pertanahan di seluruh Indonesia telah menerapkan sistem digital ini. Termasuk di seluruh kota administratif DKI Jakarta, mulai dari Jakarta Barat hingga Jakarta Timur.
Kepala Kanwil BPN Provinsi DKI Jakarta, Alen Saputra, menekankan pentingnya sinergi antara BPN, PPAT, dan masyarakat untuk memastikan kelancaran layanan. “Kalau tidak ada kerja sama yang kuat, sistem ini akan sulit berjalan,” ujarnya.
Alur Digitalisasi Balik Nama Sertifikat Tanah:
PPAT membuat akta melalui aplikasi pelaporan dan menandatangani surat pengantar.
Kantor pertanahan memverifikasi dokumen dan akta yang diunggah.
Jika lolos, PPAT membayar biaya dan menyerahkan dokumen fisik.
Proses peralihan hak berlangsung selama tiga hari kerja, lalu sertifikat elektronik akan diterbitkan atas nama penerima hak.
Sistem ini juga sudah terintegrasi dengan:
Data kependudukan (Dukcapil),
Sistem perpajakan (BPHTB & PPh),
AHU (untuk badan hukum),
Komputerisasi Pelayanan Pertanahan (KKP).
Digitalisasi ini diharapkan mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan pertanahan nasional yang makin cepat, aman, dan akuntabel.
Jika kamu ingin mempelajari bagaimana cara memulai investasi properti dari nol, membangun portofolio tanpa risiko berlebihan, hingga menghitung potensi keuntungan dari setiap properti yang kamu miliki, kamu dapat mempelajarinya secara sistematis melalui buku Ternak Properti. Buku ini dirancang untuk pemula yang ingin memahami strategi investasi properti dengan pendekatan praktis, lengkap dengan studi kasus dan panduan langkah demi langkah.
Klik disini untuk dapatkan bukunya sekarang dan mulai rencanakan investasi cerdasmu hari ini!