Komunitas Ternak Properti #1 Di Indonesia Sejak 2012
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaporkan progres pendaftaran tanah nasional hampir mencapai target. Hingga awal September 2025, sudah ada 123,1 juta bidang tanah yang terdaftar, atau 98% dari target 126 juta bidang.
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid mengatakan program percepatan sertifikasi tanah berjalan sesuai rencana. “Sampai saat ini kita sudah melakukan pendaftaran tanah sebanyak 123,1 juta bidang atau sudah 98% dari target nasional,” jelas Nusron dalam keterangan tertulis, Jumat (12/9/2025).
Dari total bidang tanah yang terdaftar, 96,9 juta bidang sudah bersertifikat, atau sekitar 77%. Jumlah tersebut terdiri atas:
Hak Milik: 88,2 juta bidang
Hak Guna Bangunan (HGB): 6,6 juta bidang
Hak Pakai: 1,6 juta bidang
Hak Guna Usaha (HGU): 20 ribu bidang
Hak Pengelolaan: 8 ribu bidang
Hak Wakaf: 276 ribu bidang
Fokus pada Tanah Wakaf
Nusron juga menekankan bahwa tanah wakaf menjadi perhatian khusus. Sejak 2024, ATR/BPN bekerja sama dengan Kementerian Agama untuk mempercepat pendaftaran tanah wakaf. Tujuannya agar aset umat lebih tertata dan terlindungi secara hukum.
“Ini penting untuk menjaga aset umat dan memastikan tanah yang digunakan untuk ibadah punya kepastian hukum,” ujarnya.
Masih Ada Tantangan
Meski capaian sudah tinggi, Nusron mengakui masih ada sejumlah kendala di lapangan. Tantangan tersebut termasuk penyelesaian sengketa tanah, keterlambatan administrasi, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah.
“Kami terus berkoordinasi dengan gubernur, wali kota, bupati, dan banyak pihak lain untuk mempercepat penyelesaian persoalan pertanahan,” tambahnya.
Harapan ke Depan
Dengan capaian 98% ini, Indonesia semakin dekat pada target pendaftaran tanah nasional. Ke depan, pemerintah berharap seluruh bidang tanah bisa memiliki kepastian hukum. Hal ini tidak hanya melindungi aset masyarakat, tapi juga membantu pengelolaan tanah yang lebih tertib, termasuk untuk keperluan sosial, keagamaan, hingga investasi.
Jika kamu ingin mempelajari bagaimana cara memulai investasi properti dari nol, membangun portofolio tanpa risiko berlebihan, hingga menghitung potensi keuntungan dari setiap properti yang kamu miliki, kamu dapat mempelajarinya secara sistematis melalui Buku Ternak Properti. Buku ini dibuat untuk pemula yang ingin memahami strategi investasi properti dengan pendekatan praktis, lengkap dengan studi kasus dan panduan langkah demi langkah.
Klik disini untuk dapatkan promo special Buku sekarang dan mulai rencanakan investasi cerdasmu hari ini!