Komunitas Ternak Properti #1 Di Indonesia Sejak 2012

Diskon PBB dan BPHTB di Tanjungpinang hingga 50%, Berlaku Sampai 31 Agustus 2025

Pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat melalui program 3 juta rumah. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar janji kampanye, tapi resmi masuk dalam daftar program prioritas nasional.

Komitmen ini nggak cuma sebatas kata-kata. Ada beberapa langkah konkret yang sudah dan sedang dilakukan pemerintah untuk mendukung terwujudnya program ini. Salah satunya lewat peningkatan kuota rumah subsidi lewat skema FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan).


Kuota Rumah Subsidi Naik Jadi 350.000 Unit

Tahun ini, kuota rumah subsidi lewat FLPP meningkat signifikan dari sebelumnya 220.000 unit menjadi 350.000 unit. Kenaikan ini dimungkinkan karena kebijakan Bank Indonesia yang menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) dari 5% menjadi 4%. Menurut Ara, langkah ini memberikan ruang fiskal yang lebih luas untuk pembiayaan sektor perumahan.

Penurunan GWM ini sebenarnya adalah langkah makroekonomi yang biasanya bertujuan menjaga stabilitas sistem keuangan dan nilai tukar. Tapi menariknya, pemerintah juga mengarahkan efeknya ke sektor perumahan. Artinya, kebijakan ini nggak hanya menjaga ekonomi tetap aman, tapi juga mendorong pertumbuhan sektor strategis seperti perumahan rakyat.


KUR Perumahan Akan Segera Terbit

Selain FLPP, pemerintah juga sedang merampungkan skema baru untuk pembiayaan rumah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Ara menyampaikan bahwa ada tiga peraturan menteri yang sedang disiapkan untuk mendukung implementasi KUR Perumahan, yaitu dari:

  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
  • Menteri Keuangan
  • Menteri Perumahan

Langkah ini menunjukkan bahwa sektor perumahan benar-benar sedang mendapat perhatian besar dari lintas kementerian. Bahkan, menurut Ara, kalau ini bukan prioritas, nggak mungkin sampai melibatkan tiga menteri sekaligus.


Dana Rp 120–130 Triliun Disiapkan

Untuk mendukung pembiayaan rumah rakyat lewat KUR Perumahan, pemerintah dikabarkan sedang menyiapkan alokasi dana sebesar Rp 120–130 triliun. Angka yang sangat besar ini menjadi bukti bahwa sektor perumahan bukan hanya soal kebutuhan dasar, tapi juga menjadi motor penggerak ekonomi nasional.


Apa Artinya Buat Kamu?

Kalau kamu sedang merencanakan beli rumah, khususnya rumah pertama, tahun ini bisa jadi momentum yang pas. Dukungan pemerintah makin besar, fasilitas makin lengkap, dan jalur pembiayaan makin diperluas.

Tapi tentu saja, tetap perlu perhitungan matang dan jangan buru-buru. Pastikan kamu paham skema subsidi seperti FLPP dan kemungkinan skema baru seperti KUR Perumahan.


Konsultasikan dengan pengembang atau bank penyedia KPR subsidi biar kamu dapat pilihan yang paling sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan.

Jika kamu ingin mempelajari bagaimana cara memulai investasi properti dari nol, membangun portofolio tanpa risiko berlebihan, hingga menghitung potensi keuntungan dari setiap properti yang kamu miliki, kamu dapat mempelajarinya secara sistematis melalui buku Ternak Properti. Buku ini dirancang untuk pemula yang ingin memahami strategi investasi properti dengan pendekatan praktis, lengkap dengan studi kasus dan panduan langkah demi langkah.

Klik disini untuk dapatkan bukunya sekarang dan mulai rencanakan investasi cerdasmu hari ini!