Komunitas Ternak Properti #1 Di Indonesia Sejak 2012

Membeli tanah kavling sering kali menjadi langkah awal banyak orang untuk mulai membangun rumah impian atau memulai investasi di sektor properti. Namun, tidak sedikit kasus di mana pembeli justru mengalami kerugian karena kurang teliti dalam proses awal.


Tanah kavling sendiri merupakan bidang tanah yang sudah dibagi-bagi dan biasanya tanpa bangunan. Sertifikatnya sudah terpisah dan siap untuk diperjualbelikan. Meski tampaknya lebih rapi dan terorganisir, tetap ada risiko jika tidak dilakukan pengecekan menyeluruh.

Berikut 5 hal yang wajib kamu perhatikan sebelum membeli tanah kavling:


  1. Periksa Sertifikat Tanah

Langkah pertama adalah memastikan status sertifikat tanahnya. Apakah sudah berupa Sertifikat Hak Milik (SHM) atau masih Hak Guna Bangunan (HGB)? SHM adalah status paling kuat dan aman untuk dimiliki. Jika masih HGB, kamu perlu tahu siapa yang akan menanggung biaya perubahan status menjadi SHM.


  1. Telusuri Asal Usul Tanah

Penting untuk memastikan bahwa tanah tersebut tidak memiliki kepemilikan ganda. Hindari juga tanah bekas kuburan, rumah ibadah, atau tempat pembuangan. Selain secara hukum dan estetika, dari sisi kepercayaan budaya pun, ini bisa menimbulkan persoalan di masa depan.


  1. Cocokkan Luas dan Batas Tanah

Jangan hanya percaya pada brosur atau keterangan lisan. Lakukan pengecekan langsung ke lokasi, cocokkan dengan data di sertifikat. Jika perlu, ajak ahli ukur atau petugas dari kelurahan.


  1. Akses Jalan Harus Jelas

Tanah kavling yang baik adalah yang memiliki akses jalan yang layak, idealnya dapat dilalui dua kendaraan roda empat. Tanah tanpa akses jalan akan menyulitkan saat pembangunan dan menurunkan nilai jual di masa depan.


  1. Cek Kondisi dan Rencana Sekitar

Pastikan lingkungan sekitar aman dan tidak berdekatan dengan fasilitas yang berisiko seperti rel kereta, pipa gas, jalur listrik bertegangan tinggi, atau tepi sungai. Selain itu, cari tahu juga apakah kawasan tersebut memiliki potensi berkembang atau tidak.



Membeli tanah kavling tidak cukup hanya dengan melihat harga dan lokasi. Legalitas dan kondisi aktual di lapangan harus menjadi prioritas utama.

Untuk kamu yang ingin belajar lebih banyak soal properti dari nol, kamu bisa mulai dari buku “Ternak Properti untuk Pemula.” Buku ini membahas langkah-langkah praktis dan strategi cerdas dalam membangun aset properti dengan aman dan menguntungkan.